Strategi Akulturasi pada Dewasa Muda di Indonesia

  • Dinda Retnoati Rozano Prakoeswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  • Eko Aditiya Meinarno Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Keywords: Akulturasi, Integrasi, Marginalisasi.

Abstract

Di Indonesia, sebuah negara dengan 17.491 pulau dan 1.340 suku bangsa berbeda memungkinkan terjadinya akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Berry (2005), akulturasi adalah proses dari perubahan budaya dan psikologis yang berlangsung sebagai hasil kontak antara dua atau lebih kelompok budaya dan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dimensi strategi akulturasi integrasi dan marginalisasi dari konsep akulturasi pada dewasa muda di Indonesia. Responden adalah 260 Warga Negara Indonesia, memiliki minimal dua kebudayaan, usia 20-35 tahun, yang terdiri dari 130 laki-laki dan 130 perempuan. Data dikumpulkan oleh skala Mutual Intercultural Relations In Plural Societies (MIRIPS). Hasil penelitian menunjukkan strategi integrasi (N = 130, SD = 3.20, M = 6.3) dan marginalisasi (N = 130, SD = 4.61, M = 10.28) pada partisipan laki-laki. Hasil penelitian partisipan perempuan pada strategi integrasi (N = 130, SD = 3.14, M = 5.83) dan marginalisasi (N = 130, SD = 3.87, M = 8.52). Baik pada dimensi strategi integrasi maupun marginalisasi, rata-rata skor partisipan laki-laki lebih tinggi daripada partisipan perempuan. Perbedaan hasil kedua gender pada dimensi strategi marginalisasi tergolong signifikan (t = 3,334; p = 0,001; p < 0,05), namun pada dimensi strategi integrasi tidak signifikan (t = 1,292; p = 0.198; p > 0,05).

Published
2021-06-01
How to Cite
Prakoeswa, D., & Meinarno, E. (2021, June 1). Strategi Akulturasi pada Dewasa Muda di Indonesia. UNUSIA CONFERENCE, 1(1), 159 - 178. Retrieved from http://journal.unusia.ac.id/index.php/Conferenceunusia/article/view/200