Internalisasi Sosiokultural, Korean Wave dan Kualitas Citra Tubuh Remaja

  • Fitrotun Niswah Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
  • Elmy Bonafita Zahro Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia
Keywords: Internalisasi, Sosiokultural, Citra Tubuh, Remaja, Korean-Wave.

Abstract

Dampak globalisasi dan mudahnya akses terhadap informasi melalui internet mempercepat masuknya budaya seperti Korean Wave. Dengan seringnya remaja terpapar drama seri, boyband dan girlband Korea yang menunjukkan tampilan fisik putih, dan langsing serta cara berpakaian seksi diasumsikan mempengaruhi cara remaja memandang citra tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara internalisasi sosiokultural dengan kualitas citra tubuh pada remaja penggemar Korean Wave di Jabodetabek. Teknik sampling yang digunakan adalah Snowball Sampling dengan jumlah responden sebanyak 140 remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksprerimental dengan analisis data pearson Correlation dan regresi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur internalisasi sosiokultural adalah SATAQ-4 (Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire) menurut Thompson (dalam Cash, 2012). Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur citra tubuh menggunakan BIQLI (Body Image Quality of Life Inventory) yang diadaptasi dari Cash dan Fleming (2001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara internalisasi sosiokultural dengan kualitas citra tubuh (r = 0.093, nilai Sig. 0.05).

Published
2021-06-01
How to Cite
Niswah, F., & Zahro, E. (2021, June 1). Internalisasi Sosiokultural, Korean Wave dan Kualitas Citra Tubuh Remaja. UNUSIA CONFERENCE, 1(1), 141 - 158. Retrieved from https://journal.unusia.ac.id/index.php/Conferenceunusia/article/view/199