Pendataan Dan Pemetaan Spasial Rumah Tidak Layak Huni Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan Di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.47776/2dja7y18Keywords:
Pengabdian Masyarakat, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kelurahan KapukAbstract
Tingginya angka backlog perumahan dan jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di DKI Jakarta menjadi tantangan serius yang diperumit oleh ketiadaan data terintegrasi by-name-by-address sebagai dasar kebijakan. Menjawab temuan BPK dan amanat Rapergub RP3KP, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendataan dan pemetaan RTLH serta mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat. Kegiatan ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif di 16 RW se-Kelurahan Kapuk. Prosesnya melibatkan kolaborasi multi-pihak antara Universitas Trisakti, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, serta kader Dasawisma, yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan survei lapangan menggunakan Aplikasi Jakarta Satu, dan diakhiri dengan workshop validasi. Hasil kegiatan berhasil memetakan 12.355 bangunan yang dihuni oleh 24.316 Kepala Keluarga (82.257 jiwa). Selain itu, teridentifikasi dua masalah infrastruktur krusial: (1) sistem drainase yang tidak memadai akibat penyumbatan dan kapasitas yang kecil sehingga menyebabkan banjir lokal, dan (2) tidak adanya Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang aman. Data hasil kegiatan ini menyediakan basis data terpadu bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai landasan empiris untuk merumuskan kebijakan penanganan RTLH dan program perbaikan lingkungan yang tepat sasaran di Kelurahan Kapuk.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sari, et.al

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






