Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Gizi Dan Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa

Authors

  • Jenri Parlinggoman Hutasoit Universitas Negeri Medan
  • Yuni Yolanda Universitas Negeri Medan
  • Nurul Amri Komarudin Universitas Singaperbangsa
  • Rozzy Aprirachman Universitas Teknologi Sumbawa
  • Adi Mawardin Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.47776/xbqdwd72

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat; Stunting; Edukasi Gizi; Pangan Lokal

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan. Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, termasuk wilayah prioritas penanganan Stunting berdasarkan kebijakan pemerintah daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan Stunting melalui pendekatan pemberdayaan berbasis edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Metode kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan koordinasi lintas sektor, sosialisasi dan edukasi pencegahan Stunting, pelatihan pengolahan pangan lokal bergizi (MP-ASI dan cookies fortifikasi), serta pemberian dukungan pangan pendamping bagi keluarga sasaran. Kegiatan dilaksanakan di Desa Stowe Brang dengan melibatkan kader posyandu, ibu balita, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Stunting dan gizi seimbang, peningkatan keterampilan praktik pengolahan pangan lokal, serta tingginya partisipasi kader posyandu dan PKK dalam penguatan pesan gizi keluarga. Pendekatan pemberdayaan berbasis pangan lokal ini berpotensi untuk dilanjutkan dan direplikasi sebagai strategi pencegahan Stunting di tingkat desa

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Gizi Dan Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Stowe Brang, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. (2026). PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 104-110. https://doi.org/10.47776/xbqdwd72